Perkenalkan, saya Fanny Restu Anindi. Lahir di
Jakarta, 5 September 1999. Saya salah seorang mahasiswi yang baru naik ke
semester 4 Jurusan Akuntansi Program studi Manajemen Keuangan di Politeknik
Negeri Jakarta. Saya anak pertama dari 3 bersaudara. Ibu saya hanya seorang ibu
rumah tangga, dan ayah saya seorang pegawai swasta biasa, yang gajinya sangat
pas-pasan, saat baru gajian gak lama kemudian gajinya sudah hampir habis untuk
bayar ini-itu. Kebetulan perusahaan tempat ayah saya bekerja ini merupakan
salah satu perusahaan anak Pertamina, saya sangat bersyukur sekali mengetahui
informasi beasiswa mitra kerja ini.
Awal perkuliahan, ketika dulu ayah saya masih di
tugaskan kerja di Palembang, ayah masih mampu untuk membiayai kuliah semester
pertama saya, tetapi setelah itu sempat ada masalah keuangan perusahaan yang
mengharuskan perusahaan ayah saya menutup cabang minyaknya di Palembang dan
Alhamdulillah nya ayah saya tidak terkena pengurangan karyawan, ayah saya di
tempatkan di laut sebagai operator. Perusahaan asing tempat ayah itu sangat
mengandalkan kinerja ayah saya karena ayah saya telah bekerja di sana selama hampir
17 tahun, ya walaupun ayah saya hanya lulusan STM. Setelah kejadian itu ayah
saya sudah tidak mampu lagi membayarkan kuliah saya, dan pada akhirnya
saudara-saudara saya bergotong-royong untuk dapat membayarkan uang semester
agar saya tetap kuliah. Maka dari itu, saya sangat bersungguh-sungguh kuliah
untuk dapat membahagiakan orang-orang yang telah berjuang untuk hidup saya.
Di era globalisasi ini
yang sudah masuk ke tahap industry 4.0 perkembangan dunia investasi sangat
bertumbuh pesat. Dimana peran investasi di pasar modal dapat memperbesar
pemasukan pajak bagi pemerintah, dari pemasukan tersebut pemerintah dapat
menyalurkan dana secara merata ke berbagai pelosok daerah. Juga, dapat untuk
penghematan devisa bagi pembiayaan pembangunan, jadi jika kita berinvestasi di
pasar modal secara tidak langsung kita juga dapat membantu pembangunan
Indonesia dengan tidak lagi menggunakan dana devisa. Tidak hanya itu saja,
manfaat investasi di pasar modal juga dapat mengurangi subsidi pembiayaan
pemerintah untuk BUMN, sehingga dana subsidi tersebut bisa di tambahkan pada
dana alokasi untuk pendidikan putra-putri bangsa.
Di Indonesia pasar modal
masih di dominasi oleh Penanam Modal Asing (PMA) disbanding Penanam Modal Dalam
Negeri (PMDN). Maka dari itu, saya sebagai mahasiswi manajemen keuangan yang
berfokus studi pada pasar modal saat ini sedang berkontribusi untuk Indonesia
yaitu, saya sekarang sudah mempunyai rekening efek dan sudah beberapa kali
bertransaksi walaupun nominalnya tidak seberapa. Saya menyisihkan uang jajan
saya untuk membeli saham perusahaan yang menurut dari segi analisis teknikal
dan fundamentalnya cocok untuk di beli. Walaupun persentasenya kecil,
setidaknya saya sudah berkontribusi untuk aktif di pasar modal. Saya
berinvestasi saham tidak luput dari bimbingan dosen pasar modal, dan juga dari
kelompok studi saya. Saya mengikuti kelompok studi mahasiswa pasar modal di
kampus saya, yang mana mempunyai nama Capital Student Market Society (CMSS). Di
CMSS saya sangat banyak belajar dari senior dan alumni yang rata-rata sudah
memiliki sertifikasi WPPE (Wakil Perantara Penjamin Efek). Saya berguru dengan
mereka yang biasanya kami ada edukasi setiap hari sabtu pagi, dan juga di CMSS
ini saya dan teman-teman sering kunjungan ke MNC Sekuritas, Bursa Efek
Indonesia, dan juga ke kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. Tak cukup sampai
disitu, saya juga mengikuti seminar atau pelatihan pasar modal untuk menambah
pengetahuan saya, dan juga saat ini saya menjabat sebagai ketua divisi acara
pada event Investment Clinic atau
pelatihan pasar modal di kampus. Dari mengikuti serangkaian organisasi dan
acara tentang pasar modal sangat menambah wawasan pasar modal saya dan saya
langsung menerapkannya pada rekening efek saya.
Kontribusi yang sedang
saya berikan kepada keluarga adalah kefokusan dan ketekunan saya dalam menimba
ilmu di perkuliahan. 50% saya menimba ilmu di kelas, 40% saya menimba ilmu di
organisasi dan kepanitiaan, dan 10% saya menimba ilmu di pelatihan ataupun
seminar. Sedikit demi sedikit saya sedang berusaha sebagai pemuda bangsa untuk
melakukan kontribusi untuk Indonesia. Setelah berkontribusi dengan berinvestasi
di pasar modal, saya juga senang sekali mengikuti berbagai kegiatan volunteer
di Indonesia apalagi seperti ekspedisi mengajar ke desa-desa. Dengan melakukan
ekspedisi seperti itu, saya dapat membantu menyebarkan pendidikan ke desa-desa
yang masih minim tingkat pendidikan formalnya. Dan juga dari mengajar anak-anak
di desa saya semakin bersyukur bisa merasakan pendidikan sampai ke tingkat
kuliah, dan saya juga jadi semangat belajarnya untuk mencetak diri saya sendiri
sebagai pemuda bangsa Indonesia yang berkualitas yang nantinya dapat menjadi agent of change untuk Indonesia
kedepannya.