Rabu, 13 Februari 2019

Inilah Aku Bagi Keluarga dan Kontribusi yang Sedang Aku Berikan Untuk Indonesia


Perkenalkan, saya Fanny Restu Anindi. Lahir di Jakarta, 5 September 1999. Saya salah seorang mahasiswi yang baru naik ke semester 4 Jurusan Akuntansi Program studi Manajemen Keuangan di Politeknik Negeri Jakarta. Saya anak pertama dari 3 bersaudara. Ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga, dan ayah saya seorang pegawai swasta biasa, yang gajinya sangat pas-pasan, saat baru gajian gak lama kemudian gajinya sudah hampir habis untuk bayar ini-itu. Kebetulan perusahaan tempat ayah saya bekerja ini merupakan salah satu perusahaan anak Pertamina, saya sangat bersyukur sekali mengetahui informasi beasiswa mitra kerja ini.

Awal perkuliahan, ketika dulu ayah saya masih di tugaskan kerja di Palembang, ayah masih mampu untuk membiayai kuliah semester pertama saya, tetapi setelah itu sempat ada masalah keuangan perusahaan yang mengharuskan perusahaan ayah saya menutup cabang minyaknya di Palembang dan Alhamdulillah nya ayah saya tidak terkena pengurangan karyawan, ayah saya di tempatkan di laut sebagai operator. Perusahaan asing tempat ayah itu sangat mengandalkan kinerja ayah saya karena ayah saya telah bekerja di sana selama hampir 17 tahun, ya walaupun ayah saya hanya lulusan STM. Setelah kejadian itu ayah saya sudah tidak mampu lagi membayarkan kuliah saya, dan pada akhirnya saudara-saudara saya bergotong-royong untuk dapat membayarkan uang semester agar saya tetap kuliah. Maka dari itu, saya sangat bersungguh-sungguh kuliah untuk dapat membahagiakan orang-orang yang telah berjuang untuk hidup saya.

Di era globalisasi ini yang sudah masuk ke tahap industry 4.0 perkembangan dunia investasi sangat bertumbuh pesat. Dimana peran investasi di pasar modal dapat memperbesar pemasukan pajak bagi pemerintah, dari pemasukan tersebut pemerintah dapat menyalurkan dana secara merata ke berbagai pelosok daerah. Juga, dapat untuk penghematan devisa bagi pembiayaan pembangunan, jadi jika kita berinvestasi di pasar modal secara tidak langsung kita juga dapat membantu pembangunan Indonesia dengan tidak lagi menggunakan dana devisa. Tidak hanya itu saja, manfaat investasi di pasar modal juga dapat mengurangi subsidi pembiayaan pemerintah untuk BUMN, sehingga dana subsidi tersebut bisa di tambahkan pada dana alokasi untuk pendidikan putra-putri bangsa.

Di Indonesia pasar modal masih di dominasi oleh Penanam Modal Asing (PMA) disbanding Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN). Maka dari itu, saya sebagai mahasiswi manajemen keuangan yang berfokus studi pada pasar modal saat ini sedang berkontribusi untuk Indonesia yaitu, saya sekarang sudah mempunyai rekening efek dan sudah beberapa kali bertransaksi walaupun nominalnya tidak seberapa. Saya menyisihkan uang jajan saya untuk membeli saham perusahaan yang menurut dari segi analisis teknikal dan fundamentalnya cocok untuk di beli. Walaupun persentasenya kecil, setidaknya saya sudah berkontribusi untuk aktif di pasar modal. Saya berinvestasi saham tidak luput dari bimbingan dosen pasar modal, dan juga dari kelompok studi saya. Saya mengikuti kelompok studi mahasiswa pasar modal di kampus saya, yang mana mempunyai nama Capital Student Market Society (CMSS). Di CMSS saya sangat banyak belajar dari senior dan alumni yang rata-rata sudah memiliki sertifikasi WPPE (Wakil Perantara Penjamin Efek). Saya berguru dengan mereka yang biasanya kami ada edukasi setiap hari sabtu pagi, dan juga di CMSS ini saya dan teman-teman sering kunjungan ke MNC Sekuritas, Bursa Efek Indonesia, dan juga ke kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. Tak cukup sampai disitu, saya juga mengikuti seminar atau pelatihan pasar modal untuk menambah pengetahuan saya, dan juga saat ini saya menjabat sebagai ketua divisi acara pada event Investment Clinic atau pelatihan pasar modal di kampus. Dari mengikuti serangkaian organisasi dan acara tentang pasar modal sangat menambah wawasan pasar modal saya dan saya langsung menerapkannya pada rekening efek saya.

Kontribusi yang sedang saya berikan kepada keluarga adalah kefokusan dan ketekunan saya dalam menimba ilmu di perkuliahan. 50% saya menimba ilmu di kelas, 40% saya menimba ilmu di organisasi dan kepanitiaan, dan 10% saya menimba ilmu di pelatihan ataupun seminar. Sedikit demi sedikit saya sedang berusaha sebagai pemuda bangsa untuk melakukan kontribusi untuk Indonesia. Setelah berkontribusi dengan berinvestasi di pasar modal, saya juga senang sekali mengikuti berbagai kegiatan volunteer di Indonesia apalagi seperti ekspedisi mengajar ke desa-desa. Dengan melakukan ekspedisi seperti itu, saya dapat membantu menyebarkan pendidikan ke desa-desa yang masih minim tingkat pendidikan formalnya. Dan juga dari mengajar anak-anak di desa saya semakin bersyukur bisa merasakan pendidikan sampai ke tingkat kuliah, dan saya juga jadi semangat belajarnya untuk mencetak diri saya sendiri sebagai pemuda bangsa Indonesia yang berkualitas yang nantinya dapat menjadi agent of change untuk Indonesia kedepannya.









                                                                                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar